Penyaluran KUR Mandiri Dorong Pertumbuhan dan Penguatan UMKM Nasional

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:06:01 WIB
Penyaluran KUR Mandiri Dorong Pertumbuhan dan Penguatan UMKM Nasional

JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. 

Melalui skema pembiayaan berbunga rendah, perbankan nasional terus mendorong peningkatan kapasitas usaha produktif. Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga yang konsisten memperkuat peran tersebut hingga Agustus 2025.

Hingga periode tersebut, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp 31,79 triliun kepada lebih dari 273.045 pelaku usaha di berbagai daerah. Penyaluran ini mencerminkan komitmen bank dalam mendukung pertumbuhan sektor riil. Kualitas kredit pun tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah berada di level 0,99 persen.

Capaian penyaluran tersebut setara dengan 82,58 persen dari target KUR Bank Mandiri tahun 2025 sebesar Rp 38,5 triliun. Akses permodalan yang disalurkan difokuskan untuk mendorong peningkatan produktivitas UMKM. Sektor pertanian dan industri menjadi perhatian utama dalam penguatan pembiayaan ini.

Kontribusi Pembiayaan bagi UMKM

Penyaluran KUR dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja. Dukungan pembiayaan membantu pelaku usaha memperluas kapasitas produksi dan memperkuat daya saing. Hal ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Akses modal yang lebih mudah memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan. Bank Mandiri meyakini bahwa pembiayaan produktif dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki kesempatan meningkatkan skala bisnisnya.

Melalui KUR, UMKM didorong untuk menjadi bagian dari rantai pasok nasional. Pembiayaan ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran kredit semata. Pendekatan yang diterapkan juga memperhatikan keberlanjutan usaha debitur.

Dominasi Sektor Produksi

Penyaluran KUR Bank Mandiri hingga Agustus 2025 didominasi oleh sektor produksi. Porsi sektor ini mencapai 60,21 persen atau setara Rp 22,57 triliun dari total penyaluran. Hal tersebut menunjukkan fokus bank pada sektor yang menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp 11,07 triliun atau 29,53 persen. Peran sektor ini dinilai penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pembiayaan diberikan untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

Selain pertanian, sektor jasa produksi menyerap 21,32 persen atau Rp 7,99 triliun. Industri pengolahan memperoleh 7,69 persen senilai Rp 2,88 triliun. Sementara sektor perikanan menerima 1,64 persen atau Rp 616 miliar.

Akumulasi Penyaluran Sejak Program Dimulai

Sejak pertama kali diluncurkan, program KUR telah memberikan dampak signifikan bagi dunia usaha. Hingga akhir Agustus 2025, total penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp 294,19 triliun. Pembiayaan ini telah menjangkau jutaan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Sebanyak 3,51 juta debitur tercatat telah menikmati manfaat kredit berbunga rendah tersebut. Dana yang disalurkan digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar. Hal ini turut mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih stabil.

Keberlanjutan penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Bank Mandiri. Program ini terus disesuaikan dengan kebutuhan sektor usaha produktif. Dengan demikian, kontribusi terhadap perekonomian nasional dapat terus ditingkatkan.

Pendekatan Ekosistem dan Kolaborasi

Dalam menjaga kualitas penyaluran, Bank Mandiri mengadopsi pendekatan berbasis ekosistem. Strategi ini bertujuan menciptakan pembiayaan yang lebih inklusif dan terarah. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah.

Sinergi bisnis dengan nasabah wholesale menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Kolaborasi ini diterapkan melalui strategi closed-loop untuk mengoptimalkan rantai nilai usaha. Dengan cara ini, UMKM dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Pendekatan ekosistem juga membantu menjaga keberlangsungan bisnis debitur. Pelaku usaha tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga dukungan pengembangan usaha. Hal ini dinilai mampu mempercepat pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Digitalisasi Dorong UMKM Naik Kelas

Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga mendorong digitalisasi transaksi keuangan. Layanan Livin’ Merchant disediakan untuk mempermudah UMKM mengelola pembayaran. Aplikasi ini menawarkan kemudahan onboarding dan fleksibilitas transaksi.

Melalui Livin’ Merchant, pelaku UMKM memperoleh akses layanan perbankan yang lebih luas. Digitalisasi ini membantu meningkatkan efisiensi operasional usaha. Tidak adanya biaya langganan menjadi nilai tambah bagi pengguna.

Hingga Agustus 2025, jumlah pengguna Livin’ Merchant di segmen UMKM mencapai 2,9 juta. Angka tersebut tumbuh sekitar 38 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital di kalangan pelaku usaha kecil.

Terkini