Cicilan KPR Subsidi Terjangkau Permudah MBR Miliki Hunian Sendiri

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:05:59 WIB
Cicilan KPR Subsidi Terjangkau Permudah MBR Miliki Hunian Sendiri

JAKARTA - Memiliki rumah sendiri menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menyediakan program rumah subsidi dengan harga terjangkau. Skema ini dirancang agar masyarakat dengan penghasilan terbatas tetap memiliki akses terhadap hunian layak.

Rumah subsidi ditawarkan dengan harga di bawah Rp 200 juta dan bunga tetap 5 persen. Bunga tersebut tidak berubah dari awal hingga akhir masa kredit. Kondisi ini memberikan kepastian cicilan bagi pembeli rumah.

Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan kriteria tertentu. Bagi yang sudah berkeluarga, batas gaji maksimal Rp 14 juta per bulan. Sementara untuk yang belum menikah, batas penghasilan ditetapkan Rp 12 juta per bulan.

Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kehadiran rumah subsidi diharapkan membantu masyarakat dengan gaji setara UMR. Kelompok ini sering kesulitan membeli rumah komersial dengan harga tinggi. Program subsidi menjadi solusi agar kepemilikan rumah lebih merata.

Harga rumah komersial di sejumlah daerah telah menembus ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kondisi tersebut membuat banyak pekerja kesulitan mengumpulkan uang muka. Rumah subsidi hadir dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Melalui program ini, pemerintah mendorong kepemilikan rumah pertama. Skema pembiayaan dibuat lebih sederhana dan terjangkau. Tujuannya agar masyarakat tidak terus bergantung pada hunian sewa.

Ketentuan Harga Rumah Subsidi

Harga rumah subsidi yang berlaku masih sama seperti tahun sebelumnya. Ketentuan ini telah ditetapkan melalui regulasi yang mengatur batas maksimal harga. Penyesuaian dilakukan berdasarkan wilayah dan karakteristik daerah.

Untuk wilayah Jawa di luar Jabodetabek serta sebagian Sumatra, harga maksimal rumah subsidi ditetapkan Rp 166 juta. Wilayah Kalimantan memiliki batas harga Rp 182 juta. Sementara beberapa wilayah lain ditetapkan pada kisaran Rp 173 juta.

Wilayah Jabodetabek, Bali, dan Nusa Tenggara memiliki batas harga Rp 185 juta. Untuk wilayah Papua dan sekitarnya, harga maksimal mencapai Rp 240 juta. Perbedaan ini disesuaikan dengan kondisi geografis dan biaya pembangunan.

Skema Pembiayaan FLPP

Meski harganya lebih murah, tidak semua masyarakat memiliki tabungan besar. Untuk itu, disediakan skema pembiayaan bernama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Skema ini membantu masyarakat membeli rumah subsidi dengan kredit berbunga rendah.

Setiap tahun, pemerintah menyiapkan kuota FLPP yang terbatas. Untuk tahun 2026, kuota yang tersedia mencapai 350.000 unit. Kuota ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Melalui FLPP, bunga KPR ditetapkan tetap 5 persen. Bunga tersebut berlaku dari awal hingga akhir masa kredit. Skema ini memberikan kepastian dan meringankan beban cicilan bulanan.

Simulasi Cicilan Rumah Subsidi

Besaran cicilan rumah subsidi berbeda untuk setiap pembeli. Faktor yang memengaruhi antara lain harga rumah, tenor, dan penghasilan bulanan. Semakin panjang tenor, semakin ringan cicilan per bulan.

Sebagai contoh, seorang pekerja di Jakarta dengan gaji UMR sekitar Rp 5,7 juta. Dengan penghasilan tersebut, pilihan rumah subsidi di daerah penyangga masih tersedia. Salah satu contohnya rumah seharga Rp 141 juta di wilayah Bekasi Timur.

Uang muka yang dibayarkan sebesar 1 persen atau sekitar Rp 1,4 juta. Jika memilih tenor 20 tahun, cicilan per bulan sekitar Rp 933.422. Angka ini dinilai cukup ringan bagi pekerja dengan penghasilan UMR.

Batas Aman Cicilan KPR

Tenor kredit juga dapat dipersingkat sesuai kemampuan. Jika tenor dipilih 15 tahun, cicilan bulanan naik menjadi sekitar Rp 1,19 juta. Perbedaan tenor memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli.

Perlu diperhatikan bahwa cicilan KPR maksimal adalah 30 persen dari gaji bulanan. Dengan gaji Rp 5.729.876, batas cicilan berada di kisaran Rp 1,7 juta per bulan. Angka ini menjadi acuan agar keuangan tetap sehat.

Berdasarkan simulasi tersebut, cicilan Rp 933.422 dan Rp 1,19 juta masih berada dalam batas aman. Hal ini menunjukkan rumah subsidi relatif terjangkau bagi MBR. Dengan perencanaan matang, peluang memiliki rumah sendiri menjadi lebih terbuka.

Terkini