JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) menjadi pelabuhan terbesar di Sumatra Selatan.
Lokasinya berada di Pantai Timur Sumatra yang langsung menghadap Selat Bangka, sehingga menjadi akses strategis untuk perjalanan ke Pulau Bangka. TAA termasuk wilayah administrasi Kabupaten Banyuasin dan kini menjadi titik utama mobilitas masyarakat serta wisatawan.
Pelabuhan ini menawarkan perjalanan laut yang lebih cepat dibandingkan pelabuhan lama di Sungai Musi, Palembang. Sebelumnya, perjalanan memakan waktu hingga sepuluh jam, kini hanya membutuhkan sekitar tiga hingga empat jam.
Keunggulan waktu tempuh ini membuat TAA menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin menyeberang ke Bangka.
Selain efisien, TAA juga mampu menampung lebih banyak armada kapal feri. Infrastruktur pelabuhan dirancang untuk melayani berbagai jenis kendaraan dan penumpang. Hal ini mendukung kelancaran arus transportasi antar-pulau yang semakin meningkat setiap tahunnya.
Jadwal Kapal TAA ke Bangka
Keberangkatan kapal feri dari TAA ke Muntok, Bangka, dilakukan setiap dua jam sekali. Sepuluh armada kapal disiapkan untuk mengakomodasi mobilitas warga maupun wisatawan. Jadwal ini memudahkan perencanaan perjalanan bagi masyarakat yang ingin menyeberang.
Penyeberangan pertama dimulai pukul 07.00 WIB dengan kapal Gunsa 8. Kapal berikutnya berangkat pukul 09.00 WIB menggunakan Madani, diikuti kapal Dharma Kartika VIII pukul 11.00 WIB. Kapal-kapal lainnya beroperasi hingga penyeberangan terakhir pukul 00.00 WIB dengan kapal Dharma Kartika I.
Pihak pelabuhan selalu mengingatkan bahwa jadwal keberangkatan dapat berubah sewaktu-waktu. Faktor cuaca buruk atau gelombang tinggi menjadi penyebab utama perubahan. Penumpang disarankan untuk selalu memeriksa informasi terkini sebelum berangkat.
Tarif Penyeberangan TAA Terbaru
Harga tiket penyeberangan TAA ke Bangka bervariasi tergantung kategori penumpang dan jenis kendaraan. Penumpang umum membayar Rp53.000 per orang, sementara sepeda dikenakan tarif Rp70.950. Motor dengan kapasitas di bawah 500 cc dikenakan Rp129.700, sedangkan motor di atas 500 cc Rp218.150.
Mobil penumpang dikenai tarif Rp1.012.340, sedangkan mobil barang Rp880.626. Kendaraan besar dan bus penumpang memiliki tarif mulai dari Rp1.786.410 hingga Rp2.929.420. Untuk kendaraan panjang di atas 10 meter, tarif bisa mencapai lebih dari Rp4 juta, tergantung ukuran kendaraan.
Penentuan tarif ini bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan operasional pelabuhan dan kenyamanan penumpang. Semua tarif sudah disesuaikan dengan kategori masing-masing untuk mempermudah perencanaan perjalanan. Penumpang disarankan membawa uang pas agar proses boarding lebih cepat.
Sejarah Singkat Pelabuhan TAA
Pelabuhan TAA mulai beroperasi penuh pada tahun 2007, menggantikan pelabuhan lama di Sungai Musi 35 Ilir, Palembang. Pelabuhan lama menghadapi kendala sedimentasi dan pasang surut, sehingga perjalanan sering terhambat. Pendirian TAA memberikan solusi transportasi laut yang lebih cepat dan efisien.
Sejak beroperasi, TAA telah memperpendek waktu tempuh perjalanan ke Muntok, Bangka, secara signifikan. Waktu yang sebelumnya sepuluh jam kini hanya sekitar tiga hingga empat jam. Hal ini membuat aktivitas ekonomi dan wisata antar-pulau menjadi lebih lancar.
Selain itu, TAA dilengkapi fasilitas yang memadai untuk penumpang dan kendaraan. Terminal penumpang serta dermaga kapal disiapkan untuk menampung jumlah armada yang cukup besar. Semua ini menunjang pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.
Tips Penyeberangan Aman dan Nyaman
Penumpang disarankan datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Mengecek kondisi cuaca sebelum keberangkatan sangat dianjurkan karena gelombang tinggi dapat menunda kapal. Membawa dokumen perjalanan dan tiket dengan lengkap juga membantu kelancaran proses boarding.
Bagi wisatawan, merencanakan jadwal keberangkatan sesuai jam kapal yang tersedia membuat perjalanan lebih efisien. Mengingat keberangkatan setiap dua jam, fleksibilitas dalam memilih waktu dapat mengurangi stres saat menunggu. Penumpang yang membawa kendaraan besar disarankan memeriksa ketentuan kapasitas kapal.
Terakhir, selalu ikuti arahan petugas pelabuhan demi keselamatan bersama. Mematuhi aturan ini dapat mencegah risiko selama penyeberangan. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan dari Sumatra Selatan ke Bangka akan aman, cepat, dan nyaman.