Cak Imin Dorong Kolaborasi ISNU dengan Pemerintah untuk Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:54:40 WIB
Cak Imin Dorong Kolaborasi ISNU dengan Pemerintah untuk Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengadakan pertemuan dengan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) untuk memperkuat kolaborasi di bidang pemberdayaan masyarakat.

Pertemuan ini bertujuan membuka ruang kontribusi nyata melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, nilai, dan keberpihakan pada masyarakat. Cak Imin menekankan bahwa ISNU memiliki kapasitas untuk membantu melalui riset terapan, pendampingan langsung, dan jejaring profesional yang luas.

Pemberdayaan masyarakat, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan struktural pemerintah. 

Keterlibatan sarjana NU menjadi penting karena mampu membawa perspektif intelektual, sosial, dan kultural ke dalam proses pembangunan. Kontribusi ini dapat memastikan bahwa kebijakan dan program pemerintah lebih relevan dan berkelanjutan.

Selain itu, ISNU dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan negara dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan basis keilmuan, keagamaan, dan kebangsaan yang kuat, sarjana NU berada pada posisi strategis untuk mengawal implementasi program pemberdayaan. 

Peran ini menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya.

Tantangan Pemberdayaan di Era Modern

Cak Imin menyoroti tantangan pemberdayaan masyarakat yang semakin kompleks di era modern. Disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, dan krisis nilai menjadi hambatan yang tidak bisa diatasi hanya melalui pendekatan formal. 

Oleh karena itu, kontribusi ISNU melalui inovasi berbasis keumatan sangat diperlukan untuk menjawab masalah tersebut secara komprehensif.

Peran sarjana NU juga mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia di komunitas. Pendekatan ini dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberian keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi dinamika sosial-ekonomi dan teknologi.

Kesiapan sarjana NU dalam menghadapi tantangan zaman menjadikan mereka aktor strategis di berbagai sektor. Mereka mampu menciptakan solusi kreatif yang berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. 

Hal ini memperkuat posisi ISNU sebagai organisasi yang bukan hanya profesional, tetapi juga progresif.

Peran Strategis Sarjana NU

Menurut Cak Imin, sarjana NU memiliki posisi strategis yang dapat menghubungkan kebijakan negara dengan kebutuhan riil masyarakat. 

Dengan kemampuan ilmiah dan pemahaman nilai keagamaan, mereka dapat menjadi penggerak perubahan sosial yang nyata. Posisi ini menuntut ISNU untuk tidak sekadar menjadi organisasi profesi, tetapi juga sebagai agen pembangunan masyarakat.

Penguatan kapasitas sarjana NU diarahkan pada kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, dan inovasi berbasis keumatan. 

Hal ini memungkinkan mereka untuk berperan lebih luas dalam memperkuat komunitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dengan fokus tersebut, ISNU dapat menghasilkan gagasan dan program yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat.

Selain itu, sarjana NU diharapkan menjadi teladan dalam memadukan ilmu, praktik sosial, dan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, mereka mampu menghadirkan solusi yang inklusif dan sesuai konteks lokal. Peran ini penting untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di berbagai tingkatan.

Komitmen ISNU dalam Pemberdayaan

Ketua Umum PP ISNU, Prof Kamaruddin Amin, menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah. ISNU bertekad menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan. Komitmen ini mencerminkan kesungguhan organisasi dalam menjalankan peran sosial dan intelektual.

Organisasi ini siap melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan dan nilai-nilai ke-NU-an. Pendekatan ini menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang erat, ISNU dan pemerintah dapat menciptakan sinergi yang memperkuat kualitas kehidupan masyarakat.

Selain itu, ISNU mendorong penguatan jejaring profesional yang dapat mendukung program-program pemberdayaan. Jaringan ini memungkinkan pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik terbaik untuk diterapkan di lapangan. Melalui strategi ini, masyarakat dapat menerima manfaat langsung dari program-program berbasis riset dan nilai sosial.

Menggerakkan Perubahan Sosial Nyata

Cak Imin menegaskan bahwa ISNU harus berperan sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar organisasi profesi. Peran ini penting untuk menjawab tantangan zaman dan menghadirkan inovasi yang berbasis masyarakat. Dengan basis keilmuan, organisasi dapat memfasilitasi transformasi sosial yang nyata dan berkelanjutan.

ISNU diharapkan mengoptimalkan potensi sarjana NU dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan sosial. Pendekatan ini memungkinkan program pemberdayaan menjadi lebih efektif dan sesuai kebutuhan komunitas. Selain itu, kolaborasi yang kuat dengan pemerintah memastikan setiap langkah yang diambil dapat terukur dan berdampak luas.

Dengan strategi yang jelas, ISNU mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga dorongan untuk mandiri dan kreatif. Hal ini menegaskan posisi ISNU sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan sosial yang berkelanjutan dan inklusif.

Terkini